Categories
Belajar

Kecamatan Batuceper (Hal-Hal yang Perlu Kamu Ketahui)

Batuceper merupakan sebuah kecamatan yang terletak di Kota Tangerang, Provinsi Banten, Indonesia. Kecamatan ini hanya seluas 7.22 km persegi saja dengan total tujuh kelurahan. Kecamatan Batuceper bagian timur berbatasan dengan Kota Administrasi Jakarta Barat , bagian utara  dengan Kecamatan Benda, bagian barat dengan Kecamatan Neglasari, dan bagian selatan dengan Kecamatan Tangerang dan Kecamatan Cipondoh.

Bekas Tanah Partikelir

Daerah Batuceper ini dulunya merupakan Tanah Partikelir yang dimiliki oleh seorang pelopor perkebunanan dan industri di daerah Hindia Belanda yang bernama Tan Liok Tiaw Sia.

Tanah partikelir sendiri merupakan tanah eigendom yang memiliki sifat dan corak istimewa. Hal yang membedakan tanah partikelir dengan tanah eigendom pada umumnya ialah “landheerlijke recthen” atau yang dalam Undang-Undang sering disebut dengan “hak-hak pertuanan”.

Landheerlijke recthen sendiri memberikan hak-hak yang bersifat kenegaraan pada pemiliknya. Dengan kata lain, pemilik tanah berhak untuk menentukan kepala-kepala daerah, menuntut adanya kerja rodi atau uang pengganti kerja rodi dari penduduk, bahkan hak untuk mengadakan berbagai pungutan bagi orang-orang yang mendiami daerah tersebut.

Meskipun dulu merupakan tanah partikelir, saat ini Kecamatan Batuceper tidak ada bedanya dengan daerah lain di Indonesia. Sudah tidak ada lagi sistem tuan tanah, dan semuanya tunduk pada hukum otoritas di Indonesia.

Terkenal Akan Kampung Tematiknya

Selain menjadi bekas tanah parkelir, Kecamatan Batuceper terkenal akan beragam kampung tematik yang dimilikinya. Kampung tematik sendiri merupakan sebuah program kerja Kecamatan Batuceper yang dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat. Tujuan utama pembentukkan kampung tematik ini ialah untuk memajukan lingkungan dan taraf perekonomian warganya.

Kehadiran kampung tematik ini membuat warga bersama-sama dengan pemerintah saling membantu untuk memperbaiki wilayahnya. Sehingga kampung yang awalnya tidak bersih menjadi lebih bersih dan memiliki daya tarik bagi pengunjung. Kehadiran pengunjung ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UKM sehingga dapat menambah income masyarakat.

Beberapa kampung tematik yang ada di kecamatan ini antara lain Kampung WIsata Air, Kampung Lidah Buaya, Kampung Ruh Bunga, dan masih banyak lagi kampung tematik yang lainnya.

Kampung Wisata Air

Kampung Wisata Air ini terletak di Kelurahan Poris Jaya dan Poris Gaga, tepatnya di Pintu Air Kali Apur dan Pintu Air Kali Baru. Awalnya kedua pintu air yang dibangun pada jaman kolonialisme Belanda dianggap menyeramkan oleh warga sekitar. Namun sejak dilakukan perombakan, pintu air ini menjadi salah satu destinasi wisata lokal yang sangat berpotensi.

Kampung Lidah Buaya

Sesuai dengan namanya, Kampung Lidah Buaya dipenuhi dengan begitu banyak tanaman lidah buaya yang diletakkan di dalam pot berwarna hitam. Tanaman-tanaman lidah buaya ini ditanam sendiri orang para warga di pekarangan rumah mereka dengan bantuan dari pihak kelurahan. Kampung Lidah Buaya ini berada di RT 01 RW 07, Kelurahan Poris Jaya.

Kampung Ruh Bunga

Sekilas mendengar nama ini kamu pasti akan berpikir kalau yang satu ini dipenuhi dengan beragam jenis bunga. Namun dugaan itu salah besar, Kampung Ruh Bunga bukanlah kampung dengan bunga-bungaan. Itu karena Kampung Ruh Bunga merupakan akronim dari Kampung Rukun, Hijau, Budaya, dan Mengaji.

Kampung yang terletak di RW 02, Kelurahan Kebon Besar ini memang memiliki beragam tanaman hijau, tapi tidak terbatas pada bunga-bungaan saja. selain itu ada beberapa mural yang terlukis cantik di beberapa tembok kampung ini. Bisa dibilang, Kampung Ruh Bunga yang sekarang sudah lebih layak huni dibandingkan dengan sebelumnya.