Categories
Belajar

Disiplin Belajar di Rumah, atau Bimbel di Luar?

Sebuah dilema bagi orangtua yang sibuk bekerja. Terlebih jika sang ibu juga seorang wanita karir. Waktu yang diluangkan bersama anak akan semakin sedikit.

Pekerjaan yang membutuhkan waktu lembur seringkali menyulitkan. Kelelahan menjadi faktor yang merugikan. Selain itu, orangtua tidak bisa mengontrol aktivitas belajar anak secara optimal.

Masalah ini perlu diatasi sedini mungkin. Ada 2 cara yang bisa dipertimbangkan. Melatih disiplin belajar di rumah, atau bimbingan belajar di luar?

Keduanya memiliki sisi positif maupun sisi negatif. Setiap anak juga memiliki ketertarikan dan kemampuan yang berbeda. Ada yang senang belajar di rumah namun ada juga yang tidak.

Belajar di Rumah

Belajar di rumah dapat efektif jika orangtua mampu mendidiknya. Butuh pembiasaan sejak dini agar anak dapat disiplin. Orangtua hendaknya selalu mengawasi dan berkomunikasi dengan intens.

Sepulang sekolah, biarkan anak istirahat terlebih dahulu. Malam harinya, biasakan anak mengerjakan PR dan belajar sekitar 30-60 menit. Waktu dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Tidak lupa, jaga pola makan di waktu yang teratur. Begitu pula waktu istirahat dan bermain, harus seimbang. Kesehatan dan kesegaran otak akan membantu anak lebih mudah menangkap pelajaran.

Orangtua harus berperan aktif untuk menemani anak belajar. Jika memungkinkan, bantu mereka untuk memahami materi secara detail. Pemahaman harus lebih baik dari sekadar menghafal.

Orangtua juga tidak boleh memaksakan kemampuan anak. Pahamilah kemampuan mereka untuk menyerap ilmu. Cobalah lebih sabar untuk membimbingnya pelan-pelan.

Pola aktivitas yang teratur akan menjadi kebiasaan anak. Anak dapat menjadi disiplin serta taat pada peraturan. Orangtua dapat lebih mudah melakukan pengontrolan.

Jika tidak ada yang menemani di malam hari, tetap hubungi dan jaga komunikasi. Dengan begitu, anak merasa diperhatikan. Tapi, jangan ada paksaan atau tekanan pada anak.

Ada beberapa hal positif jika anak belajar di rumah. Anak bisa dilatih untuk mandiri dan bertanggungjawab. Selain itu, anak memiliki banyak waktu luang jika tidak pergi bimbel ke luar.

Namun, ada pula hal negatif yang menjadi tantangan. Jika orangtua tidak di rumah, tidak ada yang menjamin bahwa sang anak tetap belajar. Anak juga belum tentu bisa memahami materi sendiri. Dirinya akan kesulitan sehingga enggan untuk belajar.

Bimbingan Belajar di Luar

Mendaftarkan anak ke bimbingan belajar merupakan hal yang lumrah bagi orangtua yang sibuk. Dengan bimbel di Tangerang ini, banyak yang berpikir bahwa waktu belajar anak terjamin. Selain itu, akan sangat ampuh jika pengajarnya sudah terbukti berkualitas.

Memilih bimbel yang tepat harus disesuaikan dengan berbagai kondisi. Pertama, lokasi yang tidak jauh dari rumah dan sekolah. Kedua, bimbel sudah mendapat respon positif dari berbagai kalangan. Ketiga, pastikan anak nyaman untuk belajar bersama orang lain.

Ada beberapa hal positif dari bimbel. Tambahan waktu bisa membuat anak lebih paham materi secara detail. Terlebih, jika bimbel tersebut membuka kelas privat dengan jumlah murid yang sedikit. Konsentrasi akan lebih mudah dijaga.

Jika sudah bimbel, bukan berarti orangtua bisa melepas anak. Orangtua juga harus memantau perkembangan anak setelah mengikuti bimbel. Caranya adalah dengan mengulang pelajaran sesekali di saat akhir pekan. Apabila tidak ada perkembangan signifikan, segera cari solusi terbaik.

Di satu sisi, ada pula sisi negatif jika anak mengikuti bimbel. Anak yang sudah kelelahan di sekolah mungkin semakin lelah jika ikut bimbel. Kesehatannya pun menjadi tidak prima.

Waktu tempuh di jalan pun akan semakin banyak. Istirahat dan waktu anak di rumah akan semakin berkurang. Hal ini bisa berpengaruh pada pola aktivitas lainnya.

Orangtua perlu menimbang dampak positif dan dampak negatif masing-masing pilihan. Setiap keluarga memiliki kondisi yang berbeda. Terapkanlah yang paling sesuai untuk kebutuhan.