Bimbel Biruni

Pernahkah Anda merasa stres saat belajar di rumah? Pandemi membuat belajar dari jarak jauh bukan hal mudah bagi siswa. Namun, banyak cara efektif untuk mengurangi stres ini. Kita dapat mencari tahu cara-cara sederhana yang bisa membantu.

Berbagai riset menunjukkan bahwa sekitar 70-80% siswa merasakan stres saat belajar. Stres ini bisa memberi dampak negatif pada kesehatan mental dan fisik. Mereka bisa merasa kelelahan, khawatir, dan kurang yakin diri dalam belajar.

Gejala fisik seperti sakit kepala, sakit perut, masalah pencernaan, serta penurunan imunitas juga sering terjadi. Ini semua karena stres belajar. Oleh sebab itu, pemahaman dari guru dan orang tua sangat penting. Mereka harus membantu siswa mengelola stres belajar.

Menurut psikolog Ikhsan Bella Persada, M.Psi, metode pembelajaran haruslah menyenangkan dan bermakna. Pemahaman yang baik tentang perkembangan siswa juga krusial untuk merancang pembelajaran yang efektif. Tujuan utamanya adalah mengurangi stres belajar.

Jangan lewatkan tips-tips untuk mengatasi stres saat belajar. Lanjutkan membaca artikel ini. Ada banyak solusi praktis yang bisa membantu siswa meraih keberhasilan di zaman pembelajaran jarak jauh.

Mengenal Emosi dan Istirahat yang Cukup

Mengenal emosi adalah langkah awal untuk atasi stres belajar. Penting bagi siswa mengerti emosi mereka dan mencari tahu penyebabnya. Ketika stres, tubuh melepaskan kortisol, hormon ini mempengaruhi setiap orang berbeda.

Beristirahat cukup sangat penting untuk atasi stres belajar. Kurang istirahat bisa membuat daya ingat menurun dan konsentrasi jadi sulit. Siswa perlu waktu istirahat yang cukup, termasuk tidur yang cukup dan latihan pernapasan.

Badan dan pikiran butuh waktu istirahat untuk mengisi ulang energi. Ini akan buat belajar lebih efektif dan kurangi stres.

Stres punya dampak baik dan buruk saat belajar. Secara fisik, bisa sertakan berkeringat, nyeri dada, atau sakit kepala. Emosi stres termasuk amarah, kelelahan, atau sering lupa.

Stres bisa ubah cara perilaku siswa, seperti makan terlalu banyak atau sedikit. Stres berat bisa picu kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan. Penting bagi siswa kenali emosi mereka dan cari cara atasi stres.

Arsitek stres dengan kontrol pikiran, emosi, dan cara hadapi masalah bantu capai keseimbangan. Ada teknik khusus untuk atasi stres saat belajar, misalnya teknik Pomodoro. Ini bantu fokus saat belajar dan waktu istirahat ya.

Teknik pengelolaan stres lainnya bantu siswa tenang dan lepaskan pikiran negatif, misalnya teknik grounding atau unhooking. Di Universitas Ma Chung, kami fokus pada nilai ramah dan berharga untuk kurangi stres mahasiswa.

Kami juga sediakan dukungan melalui pelayanan psikolog. Layanan ini dari Bagian Kemahasiswaan, Alumni, dan Pusat Karir. Kami peduli tentang kesejahteraan mental dan emosional siswa dan siap membantu perjalanan belajar mereka.

Olahraga dan Metode Belajar yang Baru

Olahraga sangat bagus untuk mengurangi stres saat belajar. Selain bikin tubuh sehat, olahraga juga baik untuk menangani stres. Menurut studi di jurnal Psychology of Music (2017), mendengarkan musik rap, soul/funk, dan elektronik bisa bikin semangat. Jenis olahraga seperti tai chi, yoga, bulu tangkis, atau tenis juga bagus. Mereka tidak hanya hilangkan stres, tapi juga tingkatkan bersosialisasi dan turunkan tekanan darah.

Belajar dengan cara yang baru bisa kurangi stres juga. Kegiatan menghafal terus-menerus bisa bikin suntuk dan stress. Jadi, penting coba-coba metode belajar yang berbeda. Metode visual, auditori, atau kinestetik contohnya. Belajar bareng teman juga mengusir kebosanan dan tingkatkan kemampuan diskusi.

Coba gabungkan olahraga rutin dan metode belajar baru. Ini bisa sangat efektif mengurangi stres saat belajar. Jadi, penting banget coba tips ini saat belajar. Ingat, keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental saat belajar itu krusial.